Judi Bola Tangkas - Runtuhnya The Roman Empire |

Bandar Judi Bola Taruhan Online Terpercaya di Indonesia

Judi Bola Tangkas – Runtuhnya The Roman Empire

Judi Bola Tangkas Runtuhnya The Roman Empire

Chelsea

Awal musim kompetisi 2015/2016 sering dikatakan sebagai Judi Bola Tangkas – Runtuhnya The Roman Empire, dimana Chelsea mengalami performa terburuk sepanjang sejarah sepakbolanya.

Judi Bola Tangkas – Sepakbola

Pada beberapa pekan terakhir, banyak sekali sumber, baik itu pengamat Judi Bola Tangkas sepakbola, pelatih dari klub lain, pemain sendiri dan lawan sering mengatakan dan membahas bahwa Chelsea akan segera bangkit, Chelsea akan kembali ke jalur yang tepat, peluang Chelsea masih terbuka lebar, setiap tim memiliki masa sulitnya, setiap masalah pasti ada solusinya, badai pasti berlalu dan lain sebagainya.

Tapi kini bukti nyata dari semua pembicaraan tersebut masih belum terlihat malah kenyataanya Chelsea makin terpuruk dan terperosok ke jurang yang semakin dalam. Kini Chelsea berada di urutan lima besar dasar klasemen sementara Liga Primer Inggris yakni di posisi ke 16 dengan nilai 11 poin dari 12 laga. Dengan rincian, tiga kemenangan, dua hasil imbang dan tujuh kekalahan. Dimana tanda-tanda kebangkitan Chelsea seperti yang diyakini oleh semua pihak tersebut?

Setelah kami telusuri secara mendalam, lebih kurang ada lima faktor yang menyebabkan Chelsea sulit untuk kembali menemukan performa terbaiknya kembali musim ini.

Yang pertama adalah strategi dan kebijakan transfer Judi Bola Tangkas Chelsea di bursa transfer musim panas yang lalu. Langkah Chelsea tergolong kurang aktif padahal mereka memiliki dana yang sangat berlimpah. Skuad Chelsea yang ada memang cukup untuk mendominasi kompetisi domestik musim lalu tapi di saat para kompetitor mulai berbenah dan menambal kekurangan musim lalu, Chelsea malah mempertahankan the winning team. Dari semua pemain yang digaet Chelsea musim ini, praktis hanya Pedro Rodriguez dan Asmir Begovic yang mendapatkan tempat reguler di skuad utama Chelsea. Padahal Mourinho sudah meminta para petinggi Chelsea untuk mendatangkan seorang bek tengah dan juga seorang pemain tengah. Kenyataanya, Chelsea gagal merekrut John Stones dan Paul Pogba yang menjadi incaran utama mereka dan tidak beralih ke pilihan yang lain.

Yang kedua adalah masalah cedera yang berimbas dari masalah pertama. Kurangnya kedalaman dari skuad Chelsea mengakibatkan para pelapis tidak mampu menunjukkan kualitas yang sepadan dengan pemain tim utama. Contohnya adalah cedera panjang penjaga gawang utama tim, Thibaut Courtois yang tidak mampu ditutupi oleh penampilan kiper pelapis di bawah mistar. Dengan hengkangnya Petr Cech ke Arsenal maka praktis pilihan jatuh kepada Begovic. Kualitas yang dimiliki oleh kiper yang diangkut dari Stoke City itu dinilai belum setara dengan Cech dan Courtois.

Yang ketiga adalah penampilan dari pemain Chelsea yang tidak sesuai harapan musim ini. Kapten John Terry sudah semakin dimakan usia dan tidak lagi bisa memimpin armada Judi Bola TangkasThe Blues seperti dulu karena sering menjadi pemain cadangan. Branislav Ivanovic yang bagaikan tembok kokoh kini malah menjadi titik terlemah di barisan belakang Chelsea. Nemanja Matic dan Cesc Fabregas bagaikan kehilangan visi  permainan dan sentuhan kreatif mereka. Diego Costa bukannya menambah jumlah golnya melainkan menambah aksi-aksi kotornya di atas lapangan. Kemudian ada Eden Hazard, pemain terbaik Liga Primer Inggris musim lalu itu hanya menjadi penghangat bangku cadangan dan belum membuka keran golnya musim ini.

Yang keempat adalah hubungan antara pemain dan pelatih yang kurang harmonis di dalam ruang ganti. Kini ada tiga kelompok pemain di ruang ganti. Kelompok yang pertama adalah grup yang menunjukkan sikap ketidakpuasan dan rasa kecewa mereka terhadap Mourinho dan ingin sang pelatih segera dipecat. Yang termasuk dalam grup ini adalah Oscar, Falcao, Azpilicueta, Ivanovic dan Matic. Kedua adalah kelompok yang masih percaya dan mendukung Mou, yang terdiri dari Terry, Fabregas, Courtois, Cahill, Costa, Zouma, Ramires dan Begovic. Sementara yang terakhir adalah kubu alpa yang terdiri dari Hazard, Remy, Willian, Kenedy dan Baba.

Yang kelima adalah tak lain Mourinho sendiri. Sebagai komandan di Chelsea, Judi Bola Tangkas – Superbet999 Mou bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi di dalam tim baik di dalam maupun di luar lapangan. Tidak sedikit pula orang yang menyalahkan jebloknya performa Chelsea atas dasar pelatih asal Portugal tersebut. Mulai dari pemecatan dokter tim, Eva Carneiro hingga menghina wasit yang membuatnya terkena sanksi dan skorsing dari FA.

Artikel Terkait :
Judi Bola Terbesar – Berita Hangat Soal Chelsea Selama Ini

affiliate
AGEN BOLA SBOBET IBCBET TANGKAS & CASINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA