Judi Bola Mandiri - Juru Taktik Claudio Ranieri |

Bandar Judi Bola Taruhan Online Terpercaya di Indonesia

Judi Bola Mandiri – Juru Taktik Claudio Ranieri

Judi Bola Mandiri Juru Taktik Claudio Ranieri

Claudio Ranieri

Pelatih Leicester City, Judi Bola Mandiri – Juru Taktik Claudio Ranieri telah malang melintang di sejumlah negara dalam karir kepelatihannya. Total pelatih asal Italia itu telah melatih 15 klub yang ada di empat negara (Italia, Spanyol, Inggris dan Prancis). Ranieri juga sempat membesut tim nasional Yunani tahun lalu.

Judi Bola Mandiri – Ranieri

Beberapa waktu lalu, Judi Bola Mandiri Ranieri kedapatan sedang berada di salah satu restoran makanan Italia di Leicester, Inggris. Sang pelatih sedang memenuhi janjinya untuk mentraktir para pemainnya jika Leicester berhasil mengalahkan Crystal Palace. Benar saja, Leicester berhasil mengalahkan sang lawan dan meraih hasil clean sheet pertama musim ini di King Power Stadium, markas dari Leicester sendiri. Sang pelatih pun kemudian mengatakan kepada para pemain bahwa para pendukung itu bagaikan buah tomat, tanpa adanya tomat maka pizza tidak bisa dibuat. Ranieri juga menuntut para pemainnya untuk bekerja keras demi memenuhi target minimal 40 poin musim ini.

Ranieri mulai menukangi Leicester pada awal musim ini dengan mengambil alih posisi yang sebelumnya diemban oleh Nigel Pearson yang dicopot dari jabatannya. Ini adalah kali kedua Ranieri membesut sebuah klub Inggris. Sebelumnya sang pelatih pernah melatih Chelsea pada musim 2000 hingga 2004.

Ternyata keputusan para petinggi klub Leicester telah benar dengan merekrut sang pelatih. Musim lalu, Leicester finis di peringkat ke 14 klasemen akhir Liga Primer Inggris di tangan Pearson. Musim ini, Ranieri lantas berjasa membawa The Foxes berkutat di posisi ke tiga klasemen sementara Liga Primer dengan total nilai 25 poin dari 12 pekan yang telah bergulir dengan catatan tujuh kemenangan, empat hasil imbang dan satu kekalahan.

Sejumlah pengamat sepakbola pun mengakui terkejut melihat apa yang telah dilakukan oleh Judi Bola Mandiri Leicester sejauh ini. Awalnya ketika Ranieri tiba di Leicester, sang pelatih tidak mendapat sambutan hangat layaknya kali pertama Jurgen Klopp tiba di Liverpool karena taktiknya dianggap sudah  usang dan telah kehilangan pamornya sebagai salah satu juru taktik terbaik di dunia.

Selama karirnya, sang pelatih hanya berhasil memenangkan tiga gelar saja yakni Coppa Italia, Copa del Rey dan Piala Super Eropa. CV kepelatihannya yang terkini juga tercoreng berkat tiga kekalahan dan satu seri dari empat laga yang dialami oleh tim nasional Yunani pada laga kualifikasi Euro 2016. Ranieri pun lantas dicopot dari jabatannya.

Keraguan pun sempat terbesit dalam pikiran legenda Leicester, Robbie Savage dan Gary Lineker ketika pelatih berusia 64 tahun itu diangkut ke King Power Stadium. Catatan terakhir Ranieri di Chelsea juga tidak terlalu bersinar dengan torehan terbaiknya hanya menduduki peringkat kedua Judi Bola Mandiri Liga Primer, babak final Piala FA dan babak semi final Liga Champions. Empat musim lamanya sang pelatih di Stamford Bridge dan tidak mampu memberikan gelar bagi klub asal London itu. Ranieri lantas menangani enam klub berbeda (Valencia, Parma, Juventus, AS Roma, Inter Milan dan AS Monaco) sebelum tiba di Leicester.

Ranieri juga dikenal sebagai seorang pelatih yang jago dalam mengorbitkan sejumlah talenta muda, sebut saja Gianfranco Zola (Napoli), Gaizka Mendieta (Valencia), John Terry dan Frank Lampard (Chelsea).

Sebenarnya Ranieri memiliki beban yang cukup besar karena Leicester bukanlah klub raksasa seperti tim-tim yang pernah dilatihnya. Tapi ketenangan Ranieri sanggup menyulap tim semejana tanpa pemain bintang ini menjadi tim kuda hitam super di Liga Primer musim ini. Bisa dilihat bahwa The Tinnkerman, julukan Ranieri merupakan salah satu pelatih terbaik yang sanggup menyulap Jamie Vardy dan Riyad Mahrez cs menjadi tim seperti saat ini.

Dengan performa gemilang Leicester saat ini, Judi Bola Mandiri – Superbet999 target 40 poin tampaknya bukan sesuatau yang berlebihan untuk The Foxes karena kini Liga Primer masih menyisakan total 26 laga dan mereka hanya memerlukan lima kemenangan saja untuk menggapai tujuan tersebut.

Artikel Terkait :
Judi Bola BNI – Victor Osimhen

affiliate
AGEN BOLA SBOBET IBCBET TANGKAS & CASINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA