Judi Bola BNI - Kelemahan Dari Sang Juan Cuadrado |

Bandar Judi Bola Taruhan Online Terpercaya di Indonesia

Judi Bola BNI – Kelemahan Dari Sang Juan Cuadrado

Judi Bola BNI Kelemahan Dari Sang Juan Cuadrado

Cuadrado

Dalam artikel kali ini kita akan melihat sedikit informasi tentang Judi Bola BNI – Kelemahan Dari Sang Juan Cuadrado yang merupakan mantan pemain The Blues pada musim kemarin.

Judi Bola BNI – Juan Cuadrado

Pemain sayap yang membela Juventus, Judi Bola BNI Juan Cuadrado terpilih sebagai man of the match atau pemain terbaik dalam laga Derby d’Italia yang ke 217. Tapi sang pemain juga memiliki sebuah kekurangan yang bisa saja berakibat fatal bagi tim yang dibelanya.

Duel antara kedua tim raksasa Serie A tersebut memang berakhir dengan skor imbang kacamata. Tapi kedua tim saling menebar ancaman yang dijamin membuat jantung pendukung kedua tim berdetak kencang.

Babak pertama lebih didominasi oleh Inter Milan dengan sebuah peluang emas yang dimiliki oleh Marcelo Brozovic masih membentur mistar gawang akibat sentuhan ringan dari penjaga gawang Juve, Gianluigi Buffon. Sementara pada babak kedua, gantian Juve yang mengontrol jalannya laga, dimana tembakan dari pemain Jerman, Sami Khedira kurang beruntung karena hanya membentur mistar gawang meskpun kiper Nerazzuri, Samir Handanovic sudah mati langkah.

Dilihat secara keseluruhan penampilan pemain kedua tim terdapat satu nama yang performanya malam itu yang paling menonjol di antara yang lain dalam laga level atas ini. Namanya adalah Juan Cuadrado. Untuk kesekian kalinya pemain pinjaman dari klub Inggris, Chelsea itu tampil amat ekplosif dari sisi sayap untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Ia bahkan punya sepasang peluang emas untuk mencetak gol. Tak heran jika pemain tim nasional Judi Bola BNI Kolombia tersebut diberi penghargaan man of the match.

Namun performa apik dari Cuadrado secara samar-samar menunjukkan satu fakta yang tersembunyi bahwa dirinya punya satu kekurangan  yang bisa saja berdampak cukup fatal bagi timnya. Sebuah kekurangan  yang ia miliki sejak memulai karir sebagai pesepakbola profesional.

Kekurangan itu adalah kemampuannya dalam membuat keputusan. Cuadrado memang dianugerahi kecepatan super kilat, stamina yang prima, serta kemampuan dribel yang luar biasa. Ketiga hal itu tampak jelas dari caranya bermain. Namun, efektivitas tak lantas dirasakan tim yang dibelanya karena ia sulit menemukan momentum tepat untuk melepaskan umpan atau tembakan.

Max Allegri menerapkan skema 3-5-2 yang fleksibel yang bisa bertransformasi menjadi 4-4-2 untuk mengakomodasi sekaligus menumpukan serangan di sisi kanan yang ditempati oleh Judi Bola BNI Cuadrado. Hasilnya benar-benar jitu  karena La Vespa bisa mengobrak-abrik pertahanan dari Inter.
Hasil ini terbantu dengan fakta pelatih La Beneamata, Roberto Mancini, yang tidak memasukkan bek kiri ofensif, Alex Telles dan menggantinya dengan Juan Jesus yang bertipe jauh lebih bertahan. Bek asal Brazil itu berulang kali jadi bulan-bulanan Cuadrado, Khedira, hingga Andrea Barzagli.
Di paruh kedua, para Juventini mungkin bisa tertawa lebar ketika menyaksikan kekonyolan Jesus di mana dirinya benar-benar dipermalukan. Juve balik menguasai pertandingan atas Inter dengan bertumpu pada serangan melalui sisi kanan. Tapi justru di titik itulah Cuadrado menampakkan kekurangannya yang tersembunyi dan mungkin tak disadari mayoritas pendukung La Vecchia Signora.

Cuadrado memang sanggup melewati satu, dua bahkan tiga pemain Judi Bola BNI – Superbet999 Inter tapi ketika ia harus memberikan operan atau seharusnya menembak selalu menjadi kesalahannya. Hal ini sudah disadari oleh Allegri yang mengatakan bahwa sang pemain harus lebih banyak belajar memperhatikan situasi di lapangan. Tapi jika suatu saat Cuadrado berhasil menguasai kekurangannya ini, maka ia bisa saja menjelma menjadi sosok momok yang sangat menakutkan.

Artikel Terkait:
Judi Bola BRI – Daftar Pelatih Terbaik Musim 2015

affiliate
AGEN BOLA SBOBET IBCBET TANGKAS & CASINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA